Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Ubud, Gianyar, Bali semakin bersolek. Selama ini Ubud dikenal sebagai salah satu tujuan destinasi di Bali yang kaya dengan warisan budaya nenek moyang. Berbagai cerita turun menurun dari leluhur begitu kental di sana. Mulai ritualnya, adat istiadat, hingga kuliner. Alasan-alasan itulah yang membuat Kementerian Pariwisata menggandeng organisasi pariwisata dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO). Tujuannya untuk mengejar sertifikasi agar Ubud menjadi destinasi wisata skala internasional. Fokusnya kali ini pada destinasi gastronomi seputar kuliner khas Ubud. Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vita Datau mengatakan pengembangan produk wisata gastronomi di Ubud akan banyak melibatkan peran pemerintah Kabupaten Gianyar dan pelaku industri pariwisata. Pemilihan Ubud menjadi destinasi gastronomi skala dunia karena kentalnya budaya kearifan lokal di sana. “Komitmen pemerintah daerah di sana juga menjadi penilaian 20 persen alasan Ubud menjadi yang terpilih. Berbagai alasan lainnya adalah kekuatan heritage yang ada di Ubud membuat wilayah itu punya ciri khas sangat lokal

Tahapannya, pertama, adalah melakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi termasuk memetakan kesiapan industri dan pelaku usaha yang kemudian dibukukan dalam sebuah laporan dan diajukan ke UNWTO. Kedua, penilaian oleh UNWTO dan dilakukan kick off proses verifikasi dan analisis melalui metode yang cukup detail.Termasuk wawancara kepada semua stakeholders gastronomi, Food and Beverages, produsen, hotel, restoran, chefs, inisiator food festival, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, dan wisatawan lokal juga asing.

Dalam laman Indonesia Tourism disebutkan Ubud adalah jantung budaya Bali. Daerah ini terletak di pegunungan yang sejuk, hanya satu jam perjalanan ke utara bandara dan resor di selatan Bali, kota pedesaan tradisional ini adalah rumah bagi keluarga Kerajaan Bali dan pusat seni yang berkembang.

Di sekitar Ubud, desa-desa di sekitarnya seperti Camphuan, Penestanan, Peliatan dan Batuan yang berspesialisasi dalam kerajinan tangan dan ukiran kayu yang dijual di seluruh pulau. Ada ratusan toko yang menjual barang antik, ukiran kayu, kerajinan tangan, tekstil, lukisan dan perhiasan serta beberapa museum seni terbaik di negeri ini, puluhan studio seni, pasar kerajinan lokal yang sangat baik, dan galeri yang menjual seni lokal dan internasional.


Agrowisata kini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia. Indonesia memang dikenal sebagai negara agraris yang kaya akan pertaniannya. Kekayaan inilah yang bisa menjadi peluang bisnis bagi sebagian pembisnis.Khususnya buah Salak, salak adalah salah salah satu buah lokal asli Indonesia. Buah dengan rasa manis kesat, dan segar ini memiliki beberapa varietas. Namun, salak unggulan yang umum dikenal adalah salak bali (salak sibetan ) yang dibudidaya oleh para petani salak di daerah sebetan Karangasem,

Kiat Membuka Bisnis Agrowisata
1. Penentuan lokasi Lokasi menjadi salah satu yang utama dalam membuka bisnis agrowisata ini. Lokasi haruslah strategis dan memiliki daya tarik tersendiri. Kita dapat menggunakan lokasi yang terdapat banyak tempat wisata di sekitarnya atau sering dikunjungi oleh wisatawan, sehingga akan banyak pengunjung yang melirik agrowisata milik kita. Seperti kita menggunakan gunung sebagai lokasi agrowisata, gunung saat ini menjadi trend di kalangan anak muda, sehingga sangat cocok bila ingin membuka usaha di lokasi ini. Atau kita juga dapat menggunakan lokasi sekitar daerah wisata alam, wisata air atau tempat wisata lain yang mudah dijangkau oleh pengunjung.

2. Menentukan pasar Komoditas yang digunakan tentu akan dipasarkan, oleh karenanya perlu untuk menentukan pasar mana yang akan menjadi sasaran. Seperti apabila kita ingin menjual produk kita ke pasar modern kita bisa menggunakan sistem hidroponik untuk kegiatan produksi agrowisata kita. Sistem hidroponik ini juga saat berguna bagi kita yang hanya memiliki lahan sempit. Bila lahan usaha kita cukup besar kita bisa menggunakan sistem konvensional untuk kegiatan produksi, seperti di kebun teh atau kebun buah. Lokasi agrowisata ini juga perlu dipublikasikan untuk menarik pengunjung, dapat melalui media sosial ataupun dengan menggunakan pamflet.

Agrowisata bukan hanya dinikmati estetikanya, tapi kita juga bisa mengambil dan menjual hasilnya juga. Oleh sebab itu komoditas yang digunakan haruslah komoditas yang sedang diminati oleh masyarakat saat ini, baik mentah ataupun hasil olahannya. Penentuan komoditas ini juga perlu memperhatikan lingkungan dan kondisi lingkungan di lokasi agrowisata, seperti kondisi tanah, kondisi cuaca dan iklim serta ketinggian tempat. Setiap komoditas memiliki lingkungan yang berbeda-beda, seperti sayur – sayuran dan buah – buahan ditanam biasanya di dataran tinggi, atau bunga yang biasa ditanam di dataran rendah. Sangat perlu untuk mempelajarinya sehingga tanaman kita dapat tumbuh dengan baik dan akan menghasilkan produk yang baik juga. Kita juga perlu tau detail tentang komoditas yang digunakan seperti waktu tanam, perawatan tanaman, umur panen dan dosis pemupukan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui perawatan yang tepat agar komoditas tetap dapat berkelanjutan di lokasi tersebut.

logo-kompasiana DAFTAR x Indira Adiadwi Putri Indira Adiadwi Putri Mahasiswa Mahasiswi Prodi Ilmu Perpustakaan Fikom Unpad. FOLLOW TEKNOLOGI Dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap Kehidupan Manusia 27 Mei 2019 20:20 Diperbarui: 27 Mei 2019 20:20 1 0 0 Dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap Kehidupan Manusia saintif.com Dewasa ini kita berada di ambang revolusi yang secara fundamental akan mengubah pola hidup seperti cara manusia bekerja dan berhubungan satu sama lain. Perkembangan akan terus terjadi dan sulit untuk diprediksi. Revolusi Industri 4.0 menekankan konsep digital dalam memenuhi kebutuhan industri dan perekonomian. Revolusi ini akan membawa banyak perubahan industri yang akan semakin kompak dan efisien. Dampak yang diberikan karena revolusi industri 4.0 akan signifikan seperti berkurangnya sumber daya manusia karena digantikan dengan mesin. Beberapa dampak lainnya dengan mengutip owlcation, ialah: 1. Mesin Menggantikan Orang Mesin sudah ada dan menggantikan pekerjaan manusia sejak awal revolusi industri pertama. Adanya mesin menciptakan pabrik-pabrik baru untuk menampung mesin-mesin manufaktur. Mesin akan bekerja dengan waktu dan upaya yang diawasi untuk efisiensi dalam menciptakan produk baru.2. Orang Banyak Tinggal di Kota Pada pola kehidupan manusia zaman dulu, sebagian besar masyarakat akan tinggal di pedesaan dan melakukan pekerjaannya di rumah. Setelah adanya revolusi industri, masyarakat banyak memilih untuk tinggal di kota sebab barang diproduksi di pabrik menggunakan mesin secara massal. Tidak hanya pindah ke kota, beberapa bagian orang akan pindah ke daerah lain karena beberapa faktor seperti upah yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik di daerah yang baru. 3. Cara Produksi Pakaian dan Kain Berubah Sebelum era revolusi, manusia akan membuat sebuah pakaian sendiri di rumah. Munculnya revolusi industri dan mesin, menyebabkan adanya kemudahan dalam membuat pakaian. Produk tekstil menjadi salah satu hal yang sepenuhnya diubah oleh revolusi industri. Mereka akan membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat pakaian untuk kemudian diproduksi dengan menggunakan mesin jahit dan mesin lainnya. Hal ini berdampak pada jumlah produksi yang dilakukan secara massal, dengan artian produk akan lebih murah karena diproduksi dengan mudah dan banyak. 4. Sistem Ekonomi Baru Tercipta Seperti yang telah disebutkan bahwa revolusi industri memenuhi kebutuhan perekonomian. Tidak hanya memenuhi, Revolusi Industri 4.0 menciptakan sistem ekonomi baru yang dikenal sebagai Kapitalisme Industri.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.